Selasa, 24 Juli 2012

MOZAIK




Bahan pokok yang dapat dimanfaatkan untuk membuat mosaik ini sangat beragam. Bahan tersebut misalnya: potongan kertas, lempengan kayu, kaca, potongan keramik, marmer, biji-bijian, batu-batuan. Alat yang digunakan untuk mengerjakan bahan tersebut disesuaikan dengan jenis bahan yang akan ditempelkan, misalnya: triplekss atau karton (sebagai bidang dasar), pensil (untuk merancang pola gambar), lem (kertas, aibon, lem putih/kayu), cutter (pisau).
Prosedur pengerjaan:
(a)    Buat rancangan, gambar pada kertas yang disediakan.
(b)   Sediakan bahan yang akan ditempelkan.
(c)    Tempelkanlah bahan-bahan yang sudah disediakan itu pada tempat yang sudah dirancang. Perlu diingat bahwa ukuran dari bahan yang ditempelkan umumnya sama. Pada satu hasil karya mosaik, mungkin saja ada beberapa kelompok ukuran.


HAKIKAT MENGANYAM DI SEKOLAH DASAR




Keterampilan anyam merupakan kerajinan yang sudah lama berkembang dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan kerajian ini pada awalnya memiliki bentuk sederhana sebagai karya seni untuk memenuhi kebutuhan praktis sehari-hari, perkembangan berikutnya kemudian menjadi benda-benda sebagai hiasan. Jenis kegiatan anyam ini beraneka ragam baik dari segi bahan, maupun jenis motif anyaman yang digunakan bentuk benda yang dihasilkan.
Bahan-bahan yang sering digunakan orang untuk kerajinan anyam berasal dari bahan baku alam seperti: bambu, rotan, mendong, pandan..... maupun bahan buatan (sintetis) seperti kertas, pita plastik dan sebagainya. Dari segi jenis motif yang digunakan dikenal nama-nama motif anyam mata itik, mata kebo, hujan gerimis, daun asam, katuncar mawur, dsb. Hasil kegiatan anyam dapat berbentuk anyaman datar maupun anyaman bentuk benda.
Kegiatan kerajinan anyam di sekolah dasar dapat dilakukan pada jenjang kelas atas (kelas IV - VI). Pada umumnya kegiatan anyam pada jenjang pendidikan sekolah dasar ini banyak berupa anyam datar, mengngat kemampuan siswa masih terbatas. Selain tiu bahan yang dapat digunakan juga disesuaikan dengan bahan-bahan yang tersedia abaik bahan baku yang berasal dari alam maupun bahan baku buatan yang sudah dijual di masyarakat.

HAKIKAT MENGGAMBAR



Menggambar/melukis adalah kegiatan menggambar/melukis di SD dapat diterapkan dalam berbagai cara dari mulai pembuatan shet, pengembangan shet, menjadikan karya karya lukis atau gambar, menggambar dengan skema, memindahkan gambar denagan bantuan kisi-kisi, dan menggambar ekspresi dengan cara memberikan gambaran kepada siswa bagaimana seorang maestro menggarap karya mereka dari awal sampai akhir.
Hakikat Menggambar antara lain:
a.       Sejak awal kehidupan manusia telah gemar menggores.
b.      Tujuan menggores adalah untuk mengungkapkan pikiran ide dan sebagainya.
c.       Kegiatan menggambar merupakan suatu bentuk komunikasi secara visual atau alat penyampai pesan melalui bahasa rupa.
d.      Menggambar merupakan aktivitas yang mudah dilakukan siapapun, termasuk anak-anak
           Menurut Muharam & Sudaryati (1992), hakikat menggambar sebagai berikut:
a.       Penyajian ilusi optik atau manipulasi ruang dalam bidang datar dua dimensi.
b.      Mewujudkan bentuk-bentuk benda alam atau buatan yang bermatra tiga dimanipulasi pada kertas gambar yang bermatra dua.
c.       Selain ruang juga ada beberapa unsur faktual yang diganti dengan unsur-unsur lambang visual  seperti garis, bidang, tekstur, ruang dan bayangan.
Sedangkan pengertian gambar menurut Wright (1955) adalah sebuah gambar khayalan di atas kertas atau pada permukaan datar berwarna hitam atau umumnya berbahan satu warna yang dibuat sedemikian rupa, sehingga mampu menampilkan bentuk bahkan bayangan sekalipun. Sebuah gambar dapat berupa satu sketsa kasar yang menggunakan pensil atau arang, atau bentuk siluet hitam.  Lebih jauh gambar dapat pula berbentuk khayalan indah dengan penguasaan teknik tersendiri sudah merupakan bentuk jadi. Gambar juga cenderung sebagai coretan spontan, akrab tanpa aturan tertentu. Karya gambar adalah karya seni rupa dua dimensi.
Menurut Meyer  dalam Suwarni (2005), gambar merupakan pengungkapan dari suatu peristiwa atau kejadian yang terlihat pada saat tertentu, baik kejadian alam atau bentuk lain yang tertangkap oleh mata sebagai suatu ungkapan pribadi. Selain itu, gambar juga diartikan sebagai sketsa yang dibuat sebagai suatu studi tentang suatu subjek atau tema, yang akhirnya dapat diselesaikan menjadi suatu lukisan.

MODEL, PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SD


MODEL PEMBELAJARAN SENI RUPA

1. Model Terkait
Model terkait adalah model pembelajaran terpadu yang paling sederhana karena menekankan pada hubungan secara eksplisit tentang konsep atau prinsip,atau pokok bahasan atau ketrampilan atau tugas,atau sikap dalam suatu bidang studi.Pada pembelajaran SR-KT terpadu keterkaitan dalam substansial material seni.Model terkait dalam SR-KT terpadu dapat dimodifikasikan berdasarkan jenis matra substansial seni.Urutan keterkaitan dan besr bobot materi masing-masing substansial materi yang terkait.
Keunggulan Model Terkait :
a. Paling sederhana sehingga paling mudah di rancang dan dilaksanakan 
b. Terjadi interalisasi karena adanya pengembangan konsep-konsep inti secara terus-menerus
c. Memudahkan proses transfer gagasan-gagasan dalam pemecahan masalah.
d. Siswa lebih mudah dalam mendapatkan gambaran-gambaran mengenai suatu ketrampilan tertentu.
Kelemahan Model Terkait :
a. Model terkait pada intinya adalah mengaitkan antara prinsip,konsep ketrampilan dan tugas atau sikap pada suatu bidang kajian tertentu.Hal ini menyebabkan SR-KT tetap terpisah dan keterpaduan tidak Nampak walaupun hubungan telah dirancang secara eksplisit dalam suatu disiplin mata kajian.

b. Fokus pembelajaran masih bersifat sempit karena usaha-usaha untuk memadukan gagasan-gagasan dalam suatu bidang studi dapat membatasi usaha mengembangkan hubungan yang lebih menyeluruh dengan bidang studi lain.

2. Model Terjala
Merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Model ini menekankan hubungan antara dua atau lebih mata pelajaran melalui tema. Pada pembelajaran senirupa terpadu, model terjala ini dapat memadukan secara intra bidang studi (seni music, tari) dan inter bidang studi (senirupa, music, tari, matematika, ips, ipa dll).
 Keunggulan:
 a. Melalui pendekatan tematik, pembelajaran terpadu model ini memiliki kekuaatn komprehensif yang tinggi.
 b. Membangun motivasi siswa melalui kegiatan pemilihan dan pengembangan tema
 c. Meningkatkan kemampuan wawasan guru tentang suatu konsep secara komprehensif
 Kelemahan :
 a. Membutuhkan waktu yang lama dalam merancang pembelajaran
 b. Ketrampilan seni rupa yang diperoleh siswa kurang optimal
 c. Guru memerlukan kemampuan mengevaluasi proses dan produk pembelajaran agar perncanaan dan pelaksanaan pembalajaran dapat tercapai secara optimal.
  
3. Model Terpadu
Model terpadu merupakan pembelahjaran terpadu yang menggunakan tema yang diangkat dari adanya tumpang tindih tentang konsep ketrampilan dan sikap dalam kurikulum yang berlaku dari berbagai mata pelajaran atau mata kajian.
 Keunggulan :
 a. Mampu membangun motivasi siswa
 b. Mampu mengembangkan aspek sikap pada dampak pengiring dalam pembelajaran
 c. Menghemat waktu
 d. Memiliki kekuatan komprehensif yang tinggi
 Kelemahan :
 a. Membutuhkan kurikulum yang mengacu pada keterpaduan serta kebijakan-kebijakan pendukung dalam system evaluasi pembelajaran
 b. Membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran dalam merancang model pembelajaran terpadu
 c. Model terpadu merupakan pembelajaran terpadu yang paling rumit.


 PENDEKATAN PEMBELAJARAN SENI RUPA

 Pembelajaran Pendidikan Seni dilaksanakan baik dengan pendekatan terpisah dan terpadu. Pendekatan terpisah ialah melaksanakan pembelajaran setiap bidang seni, sesuai dengan ciri-ciri khusus dan kesatuan substansi masing-masing. Pendekatan terpadu ialah melaksanakan pembelajaran yang memadukan bidang-bidang seni dalam bentuk seni pertunjukan, seni multimedia, atau kolaborasi seni. Pembelajaran Pendidikan Seni secara terpadu meliputi pembelajaran apresiatif dan produktif.
 Pembelajaran apresiatif secara terpadu dilaksanakan dengan kegiatan apresiasi terhadap karya seni yang merupakan perpaduan antara dua atau lebih bidang seni, baik secara langsung maupun melalui media audio-visual, misalnya pertunjukan musik, tari, teater, atau film. Pembelajaran produktif secara terpadu dilaksanakan dengan kegiatan berkarya dan penyajian seni yang melibatkan dua atau lebih bidang seni, misalnya dalam bentuk seni pertunjukan atau kolaborasi antar bidang seni.
 Alternatif pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Seni sebagai berikut. Sekolah yang memiliki lebih dari satu guru bidang seni, masing-masing guru memberikan pembelajaran seni sesuai dengan bidangnya secara terpisah. Siswa memilih salah satu bidang seni sesuai dengan minatnya. Pembelajaan secara terpadu dilaksanakan dengan kerja sama antara guru-guru bidang seni yang bersangkutan. Sekolah yang hanya memiliki guru salah satu bidang seni, guru tersebut melaksanakan pembelajaran seni sesuai dengan bidangnya, tetapi sedapat mungkin juga melaksanakan pembelajaran seni secara terpadu, sesuai dengan kemampuannya.
 Materi pokok yang bersifat teoritik tidak diberikan secara terpisah, tetapi secara integratif dengan materi kegiatan apresiasi seni, berkarya seni, kritik seni, dan penyajian seni. Pembelajaran yang bersifat praktek (berkarya) lebih berorientasi pada proses dari pada hasil, sehingga lebih menekankan usaha membentuk dan mengungkapkan gagasan kreatif dari pada kualitas komposisi yang dihasilkan.
 Dalam pembelajaran Pendidikan Seni, pengembangan sikap memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan keterampilan, dan pengetahuan. Untuk menunjang pembelajaran materi yang mengarah pada penguasaan keahlian profesional, termasuk menggambar dengan mistar (menggambar konstruksi), perlu ditunjang dengan program ekstrakurikuler, sesuai dengan bakat dan minat siswa.


METODE PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SD

 1. Strategi Penataan
 Strategi penataan berkaitan dengan rancangan menata urutan materi pembelajaran dari yang mudah ke yang sulit, dari konkrit ke abstrak.
 2. Strategi penyampaian
 Strategi penyampaian berkaitan dengan media pembelajaran atau alat bantu pembelajaran untuk menyampaikan materi yang telah dikemas.
 3. Stategi pengelolaan
 Strategi pengelolaan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan kelas selama pembelajaran dilaksanakan.

Kamis, 12 Juli 2012

TUGAS -TUGAS MATA KULIAH PEMBELAJARAN SENI RUPA DAN KETRAMPILAN SD





Gambar Menyeimbangkan Otak Kiri dan Otak Kanan


Langkah Menggambar :
              => Siapkan dua pensil dan buku gambar
              => Gunakan kedua tangan untuk menggambar, tangan kiri menggambar 
                    kotak dan tangan kanan menggambar lingkaran 
              => Antara tangan dan kiri menggambar secara bersamaan                                             
              => Lakukan secara berulang - ulang kegiatan di atas
  

Gambar Garis


Langkah Menggambar :
               => Memikirkan pola garis yang akan dibuat sesuka hati
               => Menggambar sampai full satu halaman


Gambar Sesuatu Yang Paling Disukai


Langkah Menggambar :
              => Gambarlah sesuatu yang paling kamu sukai atau paling kamu benci
              => Kalau bisa jangan menggunakan penghapus


  Gambar  Bebas

 Langkah Menggambar :
             => Gambarlah sesuka hatimu (bebas)
             => kalau bisa jangan menggunakan penghapus dalam proses menggambar


Gambar Batik

  
Langkah Menggambar : 
                 => Bagilah satu halaman buku gambar menjadi beberapa bagian sesuai 
                       keinginanmu dengan garis 
                 => Isi setiap bagian dengan motif yang berbeda - beda


 Gambar Komposisi Warna


Langkah Menggambar :
                 => Buatlah pola dengan menggunakan garis - garis atau lengkungan 
                       sampai satu halaman penuh  yang membentuk bagian-bagian kecil
                 => Warnailah bagian - bagian tersebut menurut imajinasimu dengan
                       menggunakan pensil warna,crayon,spidol atau cat air.
                 => Jangan menggunakan warna yang terlalu kontras dengan warna yang 
                       lain, agar komposisi warnamu sesuai
                 => Buatlah warna sehidup mingkin agar menghasilkan komposisi warna 
                       yang menarik.


Gambar Bangun 


Langkah Menggambar :
                 => Siapkan spidol warna
                 => Gambarlah kombinasi gambar persegi, lingkaran, dan segitiga menurut imajinasimu
                 => Kombinasi gambar tidak boleh mencontek 


Gambar Menggunakan Crayon


Langkah Menggambar : 
               => Siapkan crayon dengan berbagai warna
               => Gambarlah sesuatu sesuai imajinasimu
               => Warani dengan degradasi warna yang tepat dan menarik


Menggambar Bentuk


Langkah Menggambar : 
              => Siapkan contoh objek yang akan kamu gambar dan gambarlah
              => Gunakan arsiran berupa garis - garis atau goresan- goresan untuk 
                    memberikan efek bayangan agar gambar terlihat tiga dimensi


PAMERAN ( Seni Cetak Bayangan ) 

JUDUL : "PETRUK EURO"
Alat dan Bahan
           - Pigura
           - Kertas Manila
           - Cat Minyak
           - Bensin
           - Sikat
           - Sisir
Cara Pembuatan
          => Gambarlah sesuatu yang akan dibuat bayangan , kemudian guntinglah 
                sesuai dengan bentuk
          => Siapkan kertas manila ,dan potong sesuaikan menurut ukuran pigura
          => Letakkan cetakan tadi ke permukaan kertas manila 
          => Campur cat minyak dengan pilihan warna tertentu dengan bensin dan aduklah
          => Celupkan sikat ke adukan cat airdengan pilihan warna sesuai keinginan
          => Gesekkan sikat yang telah dicelupkan cat minyak dengan sisir dan arahkan ke 
                kertas manila yang telah diletaki cetakan 
          => Kombinasikan warnanya sesuai keinginanmu 





Batik dengan Cat Air 


Langkah Pengerjaan
             => Buatlah batik yang kamu inginkan dengan menggunakan pensil
             => Pilih warna dan campurlah cat air dengan air 
             => Warnai gambar tadi dengan menggunakan cat air 


Seni Patung

 
Alat dan Bahan
            - Tepung Gip
            - Air
            - Cetakan
            - Pisau/silet
            - Ampelas
Langkah Pembuatan
          => Masukkan tepung gip ke dalam ember
          => Tuangkan air secukupnya ke dalam ember yang berisi tepung gip
          => Aduk sampai merata (jangan sampai kurang air)
          => Tuangkan hasil adukan tepung gip ke dalam cetakan dan tunggu hingga
                mengeras
          => Setelah mengeras iris cetakan patung sampai bagian patung terlihat semua
          => Haluskan permukaan yang kurang rata dengan ampelas


Seni Anyaman




MOHON MAAF BAPAK, ADA SATU GAMBAR YANG HILANG (Gambar Dekorasi Menggunting Menempel)